Mengajar dan Mendidik dengan Hati
Diposkan oleh Ayah Noura
Rasa kasih sayang pada anak didik menimbulkan rasa
aman pada mereka. Ketika kegiatan belajar mengajar berlangsug, mereka merasa
bahagia dan senang melakuakan apapun yang ditugaskan guru. Karena perasaan
sayang pada gurunya, mereka tidak mau gurunya sedih karena kenakalannya. Ini
terutama ketika kita sebagai guru mengajar di kelas rendah, kelas I misalnya.
Mereka akan bermanja-manja pada kita selayaknya pada orang tuanya sendiri.
Di sanalah kita bisa menerapkan segala yang kita
inginkan untuk merubah prilaku mereka sesuai dengan tujuan pendidikan yang
dicanangkan pemerintah. Ketelatenan kita pada mereka sangat diperlukan,
kesabaran, kepedulian layaknya orang tua di rumah sangat mereka harapkan. Kita
sebagai guru harus
bisa menarik simpati mereka sehingga betah di sekolah.
Belakangan ini banyak sekali anak-anak yang kurang
perhatian di rumahnya karena kesibukan kedua orang tua mereka. Tidak heran
kalau banyak sekali permasalahan yang terjadi pada mereka, misalnya suka
berkelahi, suka bolos sekolah karena mereka tahu orang tuanya mereka tidak ada
di rumah. Mereka berangkat sekolah dari rumah diantar ibu atau bapaknya ke
sekolah. Setelah ibu bapaknya pergi si anak juga pergi misalnya menghabiskan
waktu di warnet dan pulang ketika jam sekolah selesai. Jadi disangka sama orang
tuanya mereka belajar di sekolah.
Kita sebagai guru harus ekstra dalam memantau
kehadiran siswa jangan sampai kecolongan, kontak sama orang tua sangat
diperlukan untuk mencegah hal-hal yang tak didinginkan terjadi pada anak didik
kita. Tantangan untuk kita sebagai guru adalah menciptakan suasana supaya anak
betah di sekolah, jangan sampai mereka merasa tertekan, bosan, takut bahkan
merasa terbebani dengan banyak tugas. Ini adalah yang harus kita cari
solusinya, mungkin inilah yang pemerintah harapkan dari kita-kita sebagai guru
untuk melaksanakan tugas sebagai guru profesional, sanggupkah kita? Kita pasti
bisa!
Mengajar dan mendidik dengan hati sangat diperlukan
untuk mengubah karakter mereka supaya lebih baik. Sanggupkah kita sebagai guru
menciptakan suasana yang menjadikan anak betah di sekolah?
ayo kita berusaha dengan memohon bantuan para pakar pendidikan.
Guru kelas I yang kadang-kadang diremehkan, misalnya
kekurangan jam mengajar, padahal mereka mempunyai peranan penting dalam mengasuh anak layaknya
di rumah, penuh kasih sayang, sabar, menciptakan suasana senang sehingga anak
lupa pada orang tuanya sehingga tidak ingin cepat pulang. Mereka mampu membuat
susana hati anak nyaman di pangkuan mereka, sehingga tidak sulit lagi para
orang tua untuk membujuk anaknya pergi sekolah karena mereka akan rindu pada bu
gurunya yang baik dan menyenangkan.
Selamat pada guru kelas I yang sudah sekuat tenaga
sampai bercucuran keringat mengasuh anak-anak yang walaupun hanya 2 jam dalam
sehari tapi sangat menguras tenaga, semoga menjadi amal baik dan menjadikan
anak didik kita anak yang sholeh dan sholehah, Amin.
Ditulis oleh: Haryati
Penulis adalah pengajar di SDN Nagrog Cicalengka. Dalam kurun waktu 30
tahun mengajar dan diberikan tugas hampir separuh masa kerja itu di kelas I .
Penulis dapat ditemui @HARYATI25818334 di twitter dan blognya
http://catatan-haryati.blogspot.com


0 komentar: